Imanku hilang,,
Ku tak percaya pada-Nya,,
Dia yg slama ini aku agung2kan tiba2 menhilang dari hatiku
Hatiku yg dulu sangat mencintainya
Hatiku kehilangan kehadirannya
Setiap sujudku terasa hampa
Hanya gerakan2 tanpa arti
Tanpa makna yg sbenarnya sangat dalam
Aku kehilangan sosok-Nya
Sosok yg sangat indah itu
Dimana setiap gerakanku trasa indah karena membayangkan keagungan-Nya
Kini aku tak tahu arahku
Aku tak tahu jalanku
Aku bingung menentukan pilihanku
Tak maukah ia memandangku
atau sekedar menhampiriku
utuk meyakinkanku
Aku perlu itu..
Hufh........
Senin, 28 September 2009
Jumat, 18 September 2009
Dia,Dia,Dia,Ataupun Dia
Aku memang tak sehebat dia,dia,dia, ataupun dia
Aku juga tak sepintar dia,dia,dia,ataupun dia
Aku pun bukan apa-apa
Jika dibandingkan dengan dia,dia,dia,ataupun dia
Logika
Nalar
Insting
IQ
Skill
Endurance
Wealth
Appearance
Semua itu hanya ketertarikanku saja
Hanya dalam otakku
Dan khayalan-khayalanku
Aplikasinya?!
Dia,dia,dia,ataupun dia yg bisa menggunakannya
Jujur aku iri
Jujur aku kesal
Jujur aku mati rasa
Dan jujur...
Aku ingin seperti dia,dia,dia,ataupun dia
Aku heran
Kenapa mereka percaya
Aku heran
Padahal aku tak seperti dia,dia,dia,ataupun dia
Dan mereka pun menjawab ya,gini,gitu,soalnya...
Ah aku bosan mendengar semua itu!
Semudah itukah!?
Segampang itukah!?
Pernahkah mereka berfikir
Bagaimana perasaanku
Pernahkah mereka merasakan
Bagaimana ragaku
Aku gemetar
Dalam dingin aku telanjang
Dalam hangat aku berselimut tebal
Dan dalam bising aku kesunyian
Oh Tuhan..
Inikah jalanku?
Benarkah jalanku?
Kumohon Tuhan
Pilihkan jalan yang benar
Agar aku tak tesesat
Dan apabila aku tersesat
Tunjukkan arah kembali
:)
Aku juga tak sepintar dia,dia,dia,ataupun dia
Aku pun bukan apa-apa
Jika dibandingkan dengan dia,dia,dia,ataupun dia
Logika
Nalar
Insting
IQ
Skill
Endurance
Wealth
Appearance
Semua itu hanya ketertarikanku saja
Hanya dalam otakku
Dan khayalan-khayalanku
Aplikasinya?!
Dia,dia,dia,ataupun dia yg bisa menggunakannya
Jujur aku iri
Jujur aku kesal
Jujur aku mati rasa
Dan jujur...
Aku ingin seperti dia,dia,dia,ataupun dia
Aku heran
Kenapa mereka percaya
Aku heran
Padahal aku tak seperti dia,dia,dia,ataupun dia
Dan mereka pun menjawab ya,gini,gitu,soalnya...
Ah aku bosan mendengar semua itu!
Semudah itukah!?
Segampang itukah!?
Pernahkah mereka berfikir
Bagaimana perasaanku
Pernahkah mereka merasakan
Bagaimana ragaku
Aku gemetar
Dalam dingin aku telanjang
Dalam hangat aku berselimut tebal
Dan dalam bising aku kesunyian
Oh Tuhan..
Inikah jalanku?
Benarkah jalanku?
Kumohon Tuhan
Pilihkan jalan yang benar
Agar aku tak tesesat
Dan apabila aku tersesat
Tunjukkan arah kembali
:)
Putus Asa
Malam demi malam telah berlalu
Pagi,siang,sore telah menyapa
Detik demi detik pun telah menghentak
Seakan tiada waktu tuk sembunyi
Wahai kau sang waktu
Mengapa dirimu berlari
Tidak bisakah kau santai sejenak
Agar aku dapat mengaturmu
Mengatur dengan baik
Agar tiada lagi kesalahan
Agar tiada lagi kesakitan
Agar tiada lagi kesengsaraan
Karena ulahku
Wahai kau sang waktu
Mengapa kau tak berpihak padaku
Mengapa yang ku perbuat selalu salah
Mengapa pula tidak kau hentikan saja detakan di dadaku ini
Agar mereka dapat bahagia
Tanpa diriku
Pagi,siang,sore telah menyapa
Detik demi detik pun telah menghentak
Seakan tiada waktu tuk sembunyi
Wahai kau sang waktu
Mengapa dirimu berlari
Tidak bisakah kau santai sejenak
Agar aku dapat mengaturmu
Mengatur dengan baik
Agar tiada lagi kesalahan
Agar tiada lagi kesakitan
Agar tiada lagi kesengsaraan
Karena ulahku
Wahai kau sang waktu
Mengapa kau tak berpihak padaku
Mengapa yang ku perbuat selalu salah
Mengapa pula tidak kau hentikan saja detakan di dadaku ini
Agar mereka dapat bahagia
Tanpa diriku
Minggu, 13 September 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
